Meghan Trainor beberapa jam yang lalu merilis video untuk single terbarunya, ‘Me Too’. Tapi ternyata ia tidak merasa puas dengan hasilnya dan kemudian memutuskan untuk menghapus video tersebut dari akun Vevo-nya. Mengapa? Karena Trainor menganggap editan Photoshop dirinya dalam video ‘Me Too’ dilakukan secara berlebihan dan tanpa izin dirinya.
“They photoshopped the crap outta me,” kata Trainor dalam sebuah video Snapchat yang dipostingnya. “I’m so sick of it and I’m over it, so I took it down until they fix it.” “My waist is not that teeny,” lanjut sang penyanyi berusia 22 tahun tersebut. “I had a bomb waist that night, I don’t know why they didn’t like my waist. I didn’t approve that video and it went out to the world. So I’m embarrassed.” ‘Me Too’ merupakan single kedua Trainor untuk album keduanya, menyusul single hits, ‘No’.
Meski kenyataannya ‘Like I Would’ hanyalah track bonus untuk album solo debutnya, “Mind of Mine”, namun itu tak menghalangi Zayn Malik untuk melepas lagu tersebut sebagai single kedua. Dan menyusul kemudian sebuah video musik hadir menemani sang lagu. Dirilis pada Senin, 9 Mei, konsep visual untuk ‘Like I Would’ terlihat mirip dengan konsep yang digunakan Zayn saat tampil di atas panggung iHeartRadio Music Awards 2016 bulan lalu. Di videonya Zayn terlihat memakai pakaian futuristik yang bersinar dalam gelap dan memakai lensa kontak oranye di salah satu matanya. Ia terlihat menari dan bernyanyi di bawah sinar laser. Sementara di sisi lain seorang gadir terlihat menari dikelilingi laser putih dan merah.
Grammy Awards adalah salah satu penghargaan musik yang cukup bergengsi di kalangan musisi dunia. Walaupun banyak kontroversi seputar penjuriannya, tapi Grammys bagi gue cuma sekadar hiburan. Yap, dimana lagi kita bisa liat musisi-musisi yang lagi hits manggung bareng di suatu event kalo bukan di acara awards kaya gini? Grammys tahun ini berdurasi sekitar 3.5 jam which is cukup menghibur. Sayangnya, ada hal-hal yang 'Amerika' banget yang bikin kita penonton Indonesia 'not into that things' gitu. Contohnya penampilan Hamilton yang dielu-elukan di Twitter. Kita orang Indonesia kan belum pernah sama sekali nonton Broadway. Jadi komentar kita terasa kosong gitu, walaupun performance mereka harus diakui keren buanget. So, ini dia momen terbaik dan terburuk di GRAMMYS 2016.
Well, dari awal kedatangan Gaga di red carpet juga udah bikin kita histeris. Yap, Gaga menjadi cosplay untuk David Bowie. Ternyata itu jadi clue buat kita, kalo Gaga bakal jadi Gaga Bowie untuk satu malam. Make up dan performancenya sumpah keren abis. Dibuka dengan laba-laba yang keluar dari matanya. Cool. Kalo ga salah Lady Gaga kerja sama bareng Intel buat performancenya saat itu.
TERBURUK: Sound Adele Bermasalah :(
Pas suara piano muncul dengan kunci-kunci lagu All I Ask, gue siap ninggalin segala pekerjaan gue buat duduk di depan laptop sambil galau. Oke, bad thing happen. Suara Adele ngilang gitu. Harusnya sih buat acara segede Grammys, hal ini ga boleh terjadi.
Tapi udah Adele ngasih klarifikasi ke kita di Twitternya dan di Ellen Show.
TERBAIK: JOEY ALEXANDER di Grammy Awards!
Ini sih paling membanggakan. Gimana engga, dipresent langsung sama CEO Grammys, masuk jadi nominasi di 2 kategori di Grammys, dan Joey juga dapet kesempatan buat perform di Grammys udah gitu dapet standing ovasion dari semua orang di Staples Center (termasuk Taylor Swift, Bruno Mars, dll). Kerennya, Joey ini nominasi termuda sepanjang sejarah Grammy Awards. Bayangkan, usianya masih 12 tahun. Kerennya lagi, Joey jadi sorotan media massa di seluruh dunia. Telegraph, Entertainment Weekly, BBC, Hollywood Reporter, dll.
TERBAIK: Little Big Town Yang Berkelas
Little Big Town
Little Big Town, band bergenre country ini sukses membawakan hits andalan mereka, Girl Crush. Bahkan gue gamau ngedip pas mereka perform biar ga ketinggalan satu momen pun. Well, kayanya mereka harus ke Indonesia!
TERBURUK: James Bay dan Tori Kelly
Tory Kelly dan James Bay
Gue suka banget sama mereka berdua. Tapi sayangnya gue kecewa karena best new artist jatuh ke tangan Megan Trainor. Gue rasa sih performance mereka berdua di Grammys ini cuma nunjukin kalau mereka musisi besar, tapi gabisa dapetin piala di Grammys. Too bad.
TERBAIK: Pidato Kemenangan Taylor Swift
Masih inget drama MTV Music Video Awards antara Kanye West dan Taylor Swift? Walau baru-baru ini Kanye ngajak perang Swift dengan nyindir-nyindir di lirik lagu barunya, Gue suka sama respond Taylor Swift. Di pidato kemenangannya atas Album of The Year untuk 1989, Taylor Swift tampil keren dan classy buat 'ngehajar' Kanye. Bikin merinding.
“And as the first woman to win Album of the Year at the Grammys twice, I want to say to the young woman out there, there are going to be people along the way who try to undercut your success or take credit for your accomplishments or your fame. But if you just focus on the work and you don’t let those people sidetrack you, someday when you get where you’re going, you will look around and you will know it was you and the people who love you who put you there, and that will be the greatest feeling in the world,”
TERBURUK: Rihanna Batal Tampil
Ini hal terburuk yang pernah ada. Bayangkan, Rihanna kasih tau ini kurang lebih 1 jam sebelum ia tampil. What the.. Gue rada ga abis pikir sama jalan pikirnya Rihanna, biasanya musisi-musisi yang baru luncurin single atau album bakal semangat banget tampil di ajang-ajang yang banyak ditonton orang kaya gini.
#NAVY so sorry I couldn't be there ..... Thanks Grammys and CBS for your support tonight.
Dibuka dengan "I'm a mess..." Megan Trainor mulai terisak-isak. Oke, ini bener-bener nyentuh. Apalagi pas kamera mulai shoot muka bapaknya. Bener-bener... ah. Liat sendiri aja deh.